Kadang-kadang mungkin Anda terpikirkan untuk mengganti makanan yang anak Anda sukai karena Anda tahu kalau makanan tersebut kurang sehat. Dan Andapun mulai membatasi makanan dan pada akhirnya anak Anda tidak menyukai makanan.


5 Makanan yang Seharusnya Tidak Diberikan Pada Anak


Praktisi parenting, Jen Mueller mengungkapkan kalau setiap anak ada waktunya untuk makan di restoran. Namun, jangan jadikan kebiasaan makan di luar ini membuat Anda berpikir kalau Anda menghalangi kegembiraan anak.

Jika Anda berpikir untuk mengganti menu sayuran menjadi kentang goreng atau memberitahu anak kalau makan direstoran adalah ide yang buruk, sebagai ibu Anda sudah sewajarnya Anda melakukan hal tersebut.

Tapi hal tersebut bukan bertujuan untuk menakuti anak, tapi hanya sebagai batasan dan peringatan pada anak kalau sudah sepantasnya anak mendapatkan makanan yang baik dan sehat.

Berikut ini Jen Mueller mengemukakan 5 makanan yang seharusnya tidak diberikan pada anak

1. Hot dog

"Saya belum menemukan nilai gizi yang signifikan pada hot dog. Roti yang didalamnya ada sosis atau daging dengan sayuran dan mayones ini rata-rata memiliki 4 gram lemak jenuh dan 540 miligram sodium," katanya.

Mueller percaya kalau selain itu, daging olahan, termasuk hot dog, mengandung nitrat yang telah dikaitkan dengan kanker usus besar.

2. Soda

"Saya tidak bisa benar-benar mengatakan "tidak" untuk yang satu ini. Namun, setelah saya memberikan pengertian pada anak, pada acara-acara khusus seperti malam tahun baru atau ulang tahu, mereka tidak pernah meminta soda dan mengganti minumannya dengan susu atau air," jelasnya.

Soda kaya akan gula dan buruk bagi gigi anak, bahkan soda juga tidak memiliki nilai gizi. Jika anak-anak Anda terlalu banyak minum soda dan Anda ingin mengubah kebiasaan itu, perlahan-lahan mulai gantikan soda dengan air. 

Jika mereka tidak suka rasa air putih, cobalah penyedap dengan rasa buah. Anak-anak akan berpikir kalau minuman tersebut menyenangkan. Anda juga boleh menambahkan irisan jeruk ke minumannya.

3. Makanan cepat saji. 

Bagi Anda ibu yang memperhatikan keuangan, pasti Anda juga akan berpikir seperti Mueller. Karena menurutnya, selain murah, makanan cepat saji adalah makanan alternatif ketika ibu tidak memasak di rumah.

"Makanan cepat saji memang bukan makanan yang sempurna, tapi percayalah kalau masak di rumah lebih murah dan Anda bisa tahu persis apa yang disajikan di rumah,"jelasnya.

4. Sereal manis. 

Anak-anak jauh lebih baik tanpa gula untuk memulai harinya. Ganti sarapan sereal dengan roti panggang dengan selai kacang atau buah-buahan.

5. Bekal makan siang. 

Untuk yang satu ini, juga perlu Anda perhatikan. Karena akan sama saja nilai gizinya jika Anda membawakan makanan untuk anak yang banyak mengandung lemak. Anak butuh banyak protein, kalsium dan zat besi.

"Saya sangat percaya kalau setiap orangtua harus melakukan yang terbaik bagi anak-anak mereka dan dalam kemampuannya termasuk keuangan dan prioritas,"ungkap Mueller.

"Ini bukan tentang kesempurnaan. Anak-anak mencintai pizza, dan pilihan kita hanya membuatnya di rumah atau pergi keluar untuk makan," jelasnya.

"Jika Anda tertarik untuk mengubah pola makan keluarga Anda, jangan berharap kalau semua perubahan akan diterima dengan baik di awal. Tetapi jika Anda tetap konsisten, mengubah beberapa hal kecil dengan tidak menguasai semuanya sekaligus, saya yakin keluarga Anda akan jauh lebih sehat," tambahnya (liputan6)