Rekapitulasi resmi Komisi Pemilihan Umum Hulu Sungai Selatan (HSS) belum diumumkan. Akan tetapi, hampir dipastikan kandidat nomor urut 2, H Achmad Fikry-H Ardiansyah  memenangi Pemilukada yang digelar kemaren Rabu 3 April 2013.


hasil Quick Count pilkada hss



Berdasarkan laporan sementara Media Center KPU HSS dari seluruh tempat pemungutan suara (TPS), pasangan yang mengusung jargon Sehati jauh berada di depan pesaingnya. Bahkan, kemungkinan besar tidak terkejar.

Berdasar data di di Media Center, hasil perolahen suara di 529 TPS menunjukkan persentase perolehan suara tertinggi diraih pasangan yang diusung Partai Golkar, PKS, PDIP, dan itu PKB. Dukungan yang diperoleh mencapai 65,35 persen.

Mereka diikuti jago koalisi PPP dan Partai Gerindra, H Muchran- Abd Kadir Ahmadi yang mendulang dukungan 22,06 persen. Terakhir, pasangan H Husaini-H Muhyani Rizalie yang diusung Partai Demokrat, PAN, PBR, PBB dan Republikan Nusantara. Mereka hanya didukung 12,59 persen suara.

Pasangan Sehati tak hanya menang telak di Dapil (daerah pemilihan) I yang meliputi Kecamatan Kandangan, Simpur, Sungai Raya, Kalumpang, dan Dapil II meliputi Loksado, Padang Batung, Telaga Langsat, Angkinang.

Di Dapil III Nagara yang meliputi Daha Utara, Daha Selatan dan Daha Barat --basis Muchran-Abdul Kadir– Sehati juga mampu mendominasi.

Menanggapi perhitungan cepat (quick count) Media Center KPU HSS, kubu ketiga kandidat menyatakan hasil tersebut hampir serupa dengan penghitungan yang mereka lakukan. Namun demikian, mereka menyatakan akan menindaklanjuti temuan-temuan yang diperoleh selama pelaksanaan pemungutan suara.

Seperti yang diungkapkan Husaini. Dia mengatakan timnya menemukan indikasi terjadi permainan uang (money politics).

“Untuk penghitungan KPU, kami tidak mempermasalahkannya karena hampir sama dengan penghitungan kami. Hanya, kami ada mendapatkan bukti dugaan money politics, tak hanya di Kandangan tapi juga Nagara,” ucap Husaini yang enggan mengungkapkan pasangan yang diduga melakukan praktik tersebut.

Hal senada disampaikan perwakilan kubu Muchran-Kadir, Abadi. “Hasilnya relatif sama, tapi memang ada beda tipis. Kami tidak terlalu mempermasalahkan hasil suara, karena kami siap kalah siap menang. Tetapi kami menemukan dugaan money politic dan ini akan ditindaklanjuti,” tegas dia.

Sementara Fikry mengatakan, meski dalam perhitungan tersebut menunjukkan kemenangan bagi kubunya, namun tetap menunggu rekapitulasi resmi dari KPU. “Apapun hasilnya tak lepas dari kerja sama seluruh tim dan dukungan masyarakat. Tapi, lebih baiknya kita tunggu hasil resminya dari KPU,” ujarnya (Bpost online)