Arsenal membutuhkan keajaiban dan dewi fortuna pada leg 2 babak 16 besar Liga Champions, di Allianz Arena, Kamis (14/3) dini hari WIB. Bersua tuan rumah Bayern Muenchen menjadi pekerjaan teramat berat. Kalah 1-3 pada pertemuan pertama, membuat armada Arsene Wenger bakal menghadapi dua hal sulit sekaligus, yakni pertarungan di level teknik serta uji mentalitas.


Arsenal Butuh Keajaiban Lawan Bayern



Maklum, selain menjaga asa meraih trofi, tim tamu juga menjadi satu-satunya harapan bagi Inggris untuk berprestasi. Sebelumnya, Chelsea dan Manchester City sudah tersingkir di fase grup, lalu Manchester United baru saja terjungkal di tangan Real Madrid.

Bayang-bayang tersingkir memang sudah ada di depan mata Arsenal. Dalam sejarah Liga Champions, tak ada tim yang bisa lolos ke babak berikutnya setelah tertinggal dua gol di rumah sendiri pada pertemuan pertama. Jika gagal, Arsenal mencatat prestasi negatif, yakni terhenti di babak 16 besar untuk kali ketiga dalam tiga tahun terakhir.

Fakta spirit hanya ditunjukkan Ajax Amsterdam dan Inter Milan, yang mampu lolos ke babak berikutnya setelah takluk di rumah sendiri. Namun, keduanya bukan berselisih dua gol dari tim tamu.

Arsenal butuh tiga gol tanpa balas untuk bisa menyingkirkan raksasa Jerman itu ke fase gugur putaran kedua kompetisi antar tim elit Eropa tersebut. Sayang, sejarah telah membuktikan beberapa tim selalu kesulitan melewati FC Hollywood setelah kalah di kandang sendiri.

Hanya ada dua tim yang mampu membalikkan keadaan di markas Bayern setelah mereka tenggelam di leg pertama. Panathinaikos dan Inter Milan yang mampu melakukan itu di babak 16 besar. Saat itu Bayern Muenchen memenangkan leg pertama 16 besar dengan skor 1-0 di kandang Inter tahun 2011, tapi kemudian situasi berbalik saat Bayern memainkan laga kandangnya, Inter menang dengan skor 3-2.


Di kubu tuan rumah, The Bavarians menatap laga ini dengan semangat mendekatkan diri mereka ke partai puncak Liga Champions yang akan dihelat di Stadion Wembley, London. 

Melihat performa Bayern secara keseluruhan musim ini memang harus diakui mereka memiliki sejumlah keunggulan kualitas. Terutama dari sisi kekompakan para pemain di masing-masing lini. Bahkan untuk pemain yang berada di bangku cadangan memiliki kualitas yang tak beda jauh dengan pemain inti. Sebut saja striker Mario Mandzukic yang mampu menggeser posisi penyerang utama Bayern Mario Gomez.

Mandzukic pada leg pertama lalu menunjukkan kualitasnya sebagai penyerang tajam di depan gawang lawan. Dia mencetak satu dari tiga gol yang dicetak pemain Bayern Muenchen di Emirates Stadium.

Barisan lini kedua juga tak kalah moncer. Javi Martinez, Luiz Gustavo, Thomas Mueller, Toni Kroos dan Arjen Robben adalah sejumlah gelandang yang memiliki naluri menyerang tinggi dan sama-sama punya kemampuan menjebol gawang lawan.

Di area belakang, soliditas tinggi telah diperlihatkan Philipp Lahm, Daniel Van Buyten, Dante dan David Alaba. Secara keseluruhan, konsentrasi tuan rumah sangat tinggi, setelah mereka hampir dipastikan meraih gelar Bundesliga.

Situasi terbalik ada di kubu Arsenal, Wenger masih terus melakukan transisi perubahan susunan pemainnya setelah kepergian sejumlah pemain bintang ke beberapa klub besar. Lukas Podolski, Olivier Giroud dan Santi Cazorla masih sering terlihat kehilangan sentuhan ketika dicampurkan dengan pemain-pemain lama.

Setidaknya Arsenal bisa berharap kepada Theo Walcott yang musim ini mulai menunjukkan penampilan luar biasa. Namun Arsenal tertimpa musibah ketika melakoni lawatan ke Allianz Arena. Mereka kehilangan gelandang cerdas Jack Wilshere yang mengalami cedera setelah laga melawan Tottenham Hotspur (Tribun Jakarta)