Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat ternyata memberikan efek negatif. Beberapa efek negatif itu adalah aksi plagiat (plagiarisme) karya tulis ilmiah yang semakin banyak



Awas Plagiat



Nah, untuk mengatasi aksi para plagiat tersebut, telah dikembangkan sistem pendeteksi karya tulis hasil jiplakan. Pendeteksi yang bewujud software itu dikembangkan oleh tiga dosen Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya Bandar Lampung. Ketiga tim riset itu adalah Rahmalia Syahputri, Wasilah, dan Apri Triyangsyah. Sistem tersebut mampu mendeteksi kemiripan naskah multibahasa, Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris.

Tim dosen Fakultas Ilmu Komputer IBI telah meraih hibah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah II. 

Hibah ini jenis penelitian hibah bersaing kategori pendanaan hibah penelitian desentralisasi usulan baru tahun 2013 dan 2014 dengan biaya penelitian Rp 40 juta per sesinya.

Sistem yang dinamakan sistem pendeteksi plagiarisme multibahasa tersebut ini tidak saja mampu mendeteksi kemiripan karya tulis atau ilmiah yang dibuat pelajar, mahasiswa, dan dosen di lingkungan akademisi saja. Sistem ini mampu juga mendeteksi karya tulis pop, seniman, dari multiprofesi. 

Dengan adanya sistem itu setidaknya tdapa meminimalisasi tindakan plagiarisme karya tulis/ilmiah khususnya di lingkungan perguruan tinggi. Sehingga harapannya dapat menggairahkan mahasiswa dan dosen untuk berkarya sendiri, bukan mentradisikan penjiplakan karya orang lain.

Kehadiran sistem pendeteksi karya ini dapat mengetahui kesamaan dan kemiripan karya seseorang sebelum hasilnya dijurnalkan. Selanjutnya, karya ilmiah khususnya mahasiswa dan dosen di lingkungan perguruan tinggi akan selalu berkualitas. (Republika)