Buah kurma ternyata bukan hanya enak ntuk dinikmati saat berbuka puasa. Buah yang berasal dari negara Arab ini ternyata menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan. Apa saja dampaknya bagi kesehatan bila ditinjau dari medis modern?


Manfaat Buah Kurma Bagi Kesehatan


Kurma adalah sejenis tumbuhan palma atau  dalam bahasa ilmiahnya disebut Phonex dactylifera. Kurma sudah dikenal manusia sejak zaman paleolitik, sekitar 50.000 tahun lampau. Awalnya buah dari tumbuhan dalam keluarga palem ini adalah tanaman liar, namun dalam perkembangannya kurma menjadi komoditas pertanian andalan bangsa Arab, Pakistan, India, Afrika bahkan Cina.

Sepintas buah kurma mirip dengan buah tumbuhan palem pada umumnya. Kulit buah berwarna hijau dan berangsur menguning, coklat hingga akhirnya kehitaman sesuai tingkat kematangan buah. Kurma tidak bisa dimakan bila masih muda. Selain rasanya yang sepet, tekstur daging buah pun keras dan bergetah. Setelah tua dan matang, maka rasa buah akan berubah menjadi manis.


Komposisi Zat Gizi Buah Kurma
Ternyata kurma mempunyai komposisi yang cukup bagus untuk kesehatan tubuh, komposisi tersebut meliputi Vitamin A, Vitamin B kompleks yang lain, sedikit vitamin C, Tiamin, Riboflavin, Niasin, dan mengandung mineral yang terdiri dari besi, magnesium, kalsium, dan yang paling banyak kalium. Selain itu juga mengandung banyak serat. 

Menurut Dr. Tri Juli Edi Tarigan SpPD, buah kurma bila dilihat dari komposisi dagingnya sebagian besar terdiri dari karbohidrat dalam bentuk gula glukosa atau fruktosa sehingga rasanya manis. 

Dalam daging kurma mengandung karbohidrat yang tinggi sebanyak 70 persen setelah dikeringkan. Sedangkan yang masih basah dan matang di pohon mengandung karbohidrat sekitar 60 persen.

Selain karbohidrat, buah kurma juga mengandung beragam vitamin dan mineral penting yang bermanfaat untuk tubuh. Kandungan vitamin dalam kurma adalah vitamin A, B kompleks dan sedikit vitamin C. Dalam setiap 100 g kurma kering terkandung vitamin A 50 IU, tiamin 0,09 mg, riboflavin 0,1 mg, dan niasin 2, 2 mg, serta mengandung kalium 666 mg.


Vitamin A dan niasin memainkan peranan dalam membentuk dan memelihara kulit yang sehat. Riboflavin dan niasin akan membantu pengolahan produksi energi dari makanan. Sementara tiamin membantu melepaskan energi dari karbohidrat. Tiamin juga penting bagi sel-sel saraf, begitu juga dengan niasin yang mampu menjaga fungsi saraf yang normal. Kurma yang mengandung serat dapat membantu proses pencernaan sehingga buang air besar menjadi lancar.

Jenis karbohidrat yang paling menonjol dari buah kurma adalah bentuk karbohidrat sederhana, artinya karbohidrat tersebut berbentuk glukosa atau fruktosa. Glukosa adalah jenis gula sederhana yang terdapat dalam tubuh kita, sedangkan fruktosa adalah gula yang terdapat dalam sebagian besar buah-buahan. Zat gula ini tidak berbahaya bagi kesehatan karena merupakan hasil olahan alami.

Mineral-mineral yang terkandung dalam kurma sangat diperlukan dalam tubuh untuk memelihara dan menjaga kesehatan organ tubuh serta mengikat zat-zat karsinogen penyebab kanker tubuh. Khusus mengenai kalium, merupakan zat gizi penting bagi fungsi tubuh, terutama jantung dan pembuluh darah. Fungsi mineral ini membuat denyut jantung makin teratur, mengaktifkan kontraksi otot serta membantu mengatur tekanan darah.

Kandungan kalium yang sangat menonjol pada kurma ini, bagus untuk penderita hipertensi. Hal ini diharapkan agar kontraksi dan relaksasi pembuluh darah bagus, sehingga pembuluh darah tidak mudah pecah.

Seperti gula buah pada umumnya, fruktosa mudah dicerna dan diserap oleh tubuh. Untuk orang berpuasa, kurma sangat cocok dikonsumsi saat berbuka untuk mengembalikan energi yang hilang secara cepat setelah seharian berpuasa. 

"Kandungan kalorinya yang tinggi dan mudah dicerna oleh tubuh memang sesuai kalau digunakan saat berbuka puasa," jelas dokter yang merupakan Staf Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM yang banyak menangani pasien kencing manis.

Kurma juga mengandung efek seperti salisilat. Dimana zat itu adalah komponen yang terdapat pada aspirin yang memiliki fungsi untuk mengurangi dan menghilangkan rasa sakit dan demam. Selain itu aspirin juga dapat
mencegah pembekuan darah, anti radang, dan juga memiliki efek anti nyeri. Efek salisilat yang tinggi dapat diperoleh dari kurma kering. 


Kurma yang mengandung suatu hormon yang disebut dengan potuchsin dapat membuat kontraksi pada pembuluh darah dalam rahim dan otot rahim. Sehingga jika diberikan kepada wanita yang baru melahirkan dapat mencegah pendarahan pasca persalinan.

Sumber : Majalah Doket Kita