Menyusui bayi dengan ASI memberi banyak keuntungan. ASI memiliki komposisi nutrisi yang dibutuhkan bayi, mudah dicerna dibanding susu formula, dan mengandung antibodi untuk pertahanan tubuh janin. Memberikan ASI juga dapat membantu menurunkan berat badan ibu.


10 Hal yang Penting untuk Ibu Menyusui


Menyusui tidak selamanya mudah, terutama untuk ibu yang baru menyusui. Ibu harus banyak latihan dan tentu saja kesabaran agar dapat memberikan ASI dengan baik


Hal yang penting dilakukan oleh ibu menyusui adalah:

1. Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang menyusui segera setelah melahirkan atau sebelum melahirkan.
Informasi bisa diperoleh dan rekan, dokter, media massa, atau internet. Perawat bayi di rumah sakit juga bisa menjadi rujukan. Biasanya di rumah sakit tertentu terdapat klinik laktasi yang menyediakan berbagai informasi tentang menyusul. Mendapatkan informasi sejak dini dapat menghindari berbagai hal yang sebenarnya tidak perlu terjadi

2. Berikan ASI sesering mungkin. Sebagai patokan biasanya bayi akan menangis saat lapar. 
Dalam usia beberapa minggu, bayi biasanya menyusui setiap 2 atau 3 jam. Perhatikan tanda bayi lapar, misalnya gelisah, mulut bergerak seperti menghisap, atau bibir bergerak-gerak. Bila bayi menangis, tandanya sudah terlalu lama dibiarkan lapar.

3. Cari posisi yang nyaman saat menyusui. Jangan membungkuk atau terlalu miring. Lebih baik bayi yang didekatkan ke payudara. Duduk di kursi yang memiliki penyangga untuk panggul dan lengan. Jika diperlukan, bantal dapat digunakan untuk penyangga. Posisi lain adalah berbaring miring dan posisi kepala bayi berada di samping dan menghadap ibu. Posisi tersebut dihindari saat bayi sedang mengalami masalah pernapasan.


4. Saat memasukkan puting, pastikan mulut bayi terbuka lebar agar sebagian besar area puting masuk ke dalam mulut. Posisi itu mempermudah bayi dalam menyusui. Dengarkan suara menghisap dan menelan yang terjadi secara teratur. Saat melepaskan puting, ibu dapat memasukkan jari (bersihkan terlebih dahulu) melalui tepi mulut bayi.

5. Jangan paksakan bayi menyusui. Biarkan bayi yang mengatur irama menyusui. Jika terdiam dan hanya memandang diri Anda, jangan paksakan menyusui. Jika bayi masih lapar, bayi akan berusaha mencari puting susu, jangan dipaksakan.


Jika bayi tetap menyusui pada satu payudara, sebaiknya Anda memompa susu dari payudara yang lainnya.

6. Jangan terburu-buru memberikan empeng (dot). The American Academy of Pediatrics merekomendasikan penggunaan empeng setelah satu bulan. Kurang dari waktu tersebut, dapat mengganggu pemberian ASI, anak merasa lebih nyaman menggunakan empeng dibanding harus menyedot dari puting ibu.

7. Perhatikan tanda berhasilnya menyusui. Jika bayi menyedot dengan benar, akan terasa sensasi tarikan yang nyaman, bukan rasa seperti digigit atau di tusuk. Setelah menyusui, payudara tidak lagi terasa tegang dan penuh. Perhatikan bayi, jika menyusui dengan benar dan jumlahnya cukup, biasanya bayi akan sering mengeluarkan kotoran sehingga perlu mengganti popok sekitar 6-8 kali perhari. Kotoran bayi cair, warna kekuningan dan berbentuk seperti biji-bijian.


8. Rawat puting Anda. Setelah menyusui biarkan susu mengering perlahan, tanpa harus digosok, namun jika Anda terburu-buru, gunakan pad di puting agar tetap kering. Untuk mempertahankan agar puting tetap kering, gantilah pad payudara lebih sering.

9. Saat mandi, sebaiknya puting terlindung dari sabun, shampoo, atau zat pembersih lain agar tidak kering. Jika puting terasa kering, Anda dapat menggunakan minyak yang mengandung lanolin.

10. Gunakan pakaian yang tidak ketat saat menyusui. Sebaiknya menggunakan bagian atas yang mudah dibuka untuk menyusui. Untuk menjaga privasi, sebaiknya Anda menyusui di daerah tertutup atau mintalah suami untuk melindungi Anda dari pandangan orang lain.


Gaya hidup menentukan keberhasilan Anda menyusui. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Konsumsi buah yang cukup.
  2. Minumlah yang banyak
  3. Istirahat di antara waktu menyusui atau mengurus
  4. Minum obat hanya jika dokter sudah melakukan pemeriksaan dan dinyatakan bahwa obat tersebut memang aman untuk ibu menyusui.
  5. Hindari kafein dan alkohol karena mengakibatkan berbagai masalah saat menyusui.
Sumber: Majalah Dokter Kita