Logistik untuk pemungutan suara Pemilukada Kabupaten Hulu Sungai Selatan mulai diproses pencetakannya di Yogyakarta. Tiga anggota tim Panwaslu HSS, Kamis (7/3) turun memantau secara langsung kondisi proses pencetakan logistik pemilu.


Surat Suara untuk Pemilukada Dicetak di Yogyakarta


Sebelumnya tim sekretariat KPU HSS ke Yogyakarta memastikan dimulainya proses pencetakan logistik surat suara pemilukada HSS.

Tim sekretariat KPU didampingi dua anggota polisi yang bertugas khusus menggiring dan mengamankan proses pencetakan sampai distribusikan ke KPU Kandangan.

Sebagaimana agenda tahapan KPU, pencetakan dan pendistribusian daftar pasangan calon, surat suara serta alat dan kelengkapan administrasi pemungutan dan penghitungan suara dijadwalkan 4 Februari hingga 21 Maret.

Ketua KPU HSS, Imron Rosyadi, mengatakan logistik surat suara diupayakan sudah terkirim dan siap di KPU HSS sebelum jadwal tersebut.

"Diupayakan logistik surat suara sampai di KPU HSS pada pertengahan Maret karena setelah itu kan ada proses pelipatan kertas suara yang memakan waktu," katanya.


Selanjutnya, kata dia, 22 Maret dan selambatnya 2 April seluruh surat suara, daftar calon serta alat kelengkapan administrasi pemungutan dan perhitungan suara sudah sampai di PPS.

Sekretaris KPU HSS, Tajiddin Noor, mengatakan pencetakan surat suara dimulai Kamis (7/3) dikerjakan oleh Centra Crafindo Yogyakarta dan diperkirakan selesai lima hari.


"Sebagaimana PP nomor 6 2005 pasal 73ayat4, KPU menempatkan polisi di lokasi pencetakan untuk pengawasan dan menjadi saksi serta menjaga keamanan dan keselamatan surat suara. Selain itu, empat staf sekretariat dan dari panwaslu," jelas Tajiddin.

Jumlah surat suara yang dicetak totali 73.301 lembar. Jumlah tersebut berdasarkan hasil perhitungan DPT169.074 pemilih, ditambah 2,5 persen.

Ketua Panwaslu HSS, Fahmi Fuani, membenarkan dirinya bersama dua anggota panwaslu berada di Centra
Grafindo Yogyakarta. Pihaknya akan memastikan berapa jumlah suara yang dicetak, kualitas dan waktu pengiriman ke KPU Kandangan.

"Tim Panwaslu kini bersama KPU HSS sekarang memang sudah berada di percetakan Yogyakarta. Panwaslu memastikan apakah surat suara yang tercetak benarbenar aman, berapa jumlah surat suara yang dicetak, kualitasnya, apakah ada kerusakan sampai pada kepastian waktu pengirimannya ke KPU HSS," ucap Fahmi. (BPost Cetak 9/3/2013)


Hmm,, apakah dicetak di banua sendiri memang tidak aman ya? Apakah orang banua sendiri tidak dapat dipercaya lagi? Atau karena harga di Jawa lebih murah? Panwaslu ke Yogya kan perlu biaya juga, atau sekalian bisa jalan-jalan? Kapan ya potensi banua bisa diangkat dan dikembangkan oleh urang banua sendiri? Heran..