Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) memiliki bentang alam yang didominasi rawa sungai. Ini merupakan sumber potensi daerah dalam hal produksi perikanan lokal.

Menurut Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan, Ir Royama Basyuni, Produksi ikan lokal HSS masih didominasi 80 persen dari hasil perikanan tangkap sehingga daerah perlu adanya upaya memperkuat stok cadangan ikan lokal daerah, salah Salah satunya menjadikan kanal sawit sebagai zona sumber ikan lokal.

Jika di daerah lain munculnya perkebunan kelapa sawit mengundang kekhawatiran turunnya sumber daya periikanan, kondisi pengelolaan perkebunan sawit di HSS justru sebaliknya.

Kanal-kanal sungai (implasment) yang dibuka pada area perkebunan sawit fungsinya adalah menunjang sistem pengairan perkebunan. Namun selain itu, di HSS juga dikelola menjadi zona sumber ikan lokal sebagai penyangga cadangan (buffer stock) untuk menunjang produksi perikanan lokal berkelanjutan. Seperti pengembangan sawit di kawasan rawa sungai Bajayau Kecamatan Daha Barat di area PT Subur Agro Makmur (SAM).

Jembatan Bajayau
Jembatan Bajayau, sumber: Blog Humas Hss


Pengembangan sektor perkebunan kelapa sawit di lahan rawa dengan sistem mina sawit yang memadukan pola budidaya sawit sekaligus perikanan lokal ini diharapkan dapat mendongkrak cadangan persediaan ikan lokal komersial seperti jenis haruan, papuyu, tauman dan biawan

Bupati HSS, HM Safi'i, menargetkan pengembangan pola mina sawit di area perkebunan ini harus mampu menjadi pilot project bagi pengembangan mina sawit di HSS.

"Pola mina sawit yang dikembangkan PT SAM harus mampu menjadi perintis keberhasilan di HSS sehingga kanal-kanal sawit menjadi bufferstok ikan lokal. Daerah tentunya sangat mendukung pengembangan mina sawit ini," ucap Safi'i, kemaren 12 Februari 2013.

Salah satu upaya memperkuat cadangan stok ikan lokal, daerah bersama pihak perusahaan terkait telah menebar jutaan benih ikan lokal jenis haruan, papuyu, tauman dan biawan.

Untuk mendukung pengembangan pola mina sawit, telah diaktifkan kelompok masyarakat pengawas perikanan (pokmaswas) bergerak melakukan pengawasan terhadap berbagai ancaman yang berpotensi mengganggu sumber daya perikanan lokal


Demikian Info Terapung yang diolah dari harian Banjarmasin Post edisi cetak. Rabu, 13/02/2013