Berkunjung kali pertama ke suatu daerah, baik sebagai wisatawan atau karena pekerjaan, tentunya menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Hingga tidak jarang, banyak orang berburu cenderamata khas daerah tersebut sebagai barang kenang-kenangan.

Agar Mandau Tak Mudah Usang

Begitupun dengan daerah Kalimantan Selatan (Kalsel). Salah satu provinsi di Pulau Borneo dengan suku aslinya, Dayak, juga memiliki barang-barang khas yang bisa dijadikan cenderamata. Mandau, senjata asli Suku Dayak, adalah benda untuk oleh-oleh yang paling diburu. Selain karena merupakan senjata asli Kalimantan, mandau juga memiliki nilai seni yang tinggi. Mulai dari sarungnya, gagang, hingga besinya semua memiliki nilai seni.

Mandau memiliki beberapa bentuk dan ukuran. Tersedia mulai dari yang kecil hingga besar, serta dari yang biasa hingga mempunyai keunikan sendiri. Untuk ukuran yang biasa memiliki panjang sekitar 50 sentimeter, berbahan besi dan tidak terlalu memiliki banyak ukiran di sarungnya. Mandau ini,biasanya hanya untuk pajangan di dinding.

Ukuran sedang atau sekitar 60 sentimeter biasanya terbuat dari bahan stainless, biasanya diminati pelancong karena tidak berkarat dan tampak mengkilap. Sedangkan mandau berukuran besar atau lebih dari 60 sentimeter, terbuat dari besi dengan tempaan yang matang. Pada bagian badan maundanya, dihiasi pula dengan lempengan kuningan bertuliskan ayat Alquran. 


Sarung mandau atau kumpang pun khusus, diukir sedemikian rupa sehingga sangat indah bila menjadi pajangan dinding di rumah. Harga mandau bervariasi, mulai dari Rp 70 ribu hingga Rp 200 ribu per unitnya. Agar lebih lengkap biasanya orang akan membeli dengan tamengnya juga, sehingga sangat cocok bila disandingkan.


Bagi yang akan membawa mandau sebagai oleh-oleh ke kota asal dan akan menggunakan transportasi pesawat terbang, tidak perlu khawatir disita petugas karena masuk kategori senjata tajam. Petugas bandara akan mengizinkan mandau tersebut masuk bagasi, tapi dengan catatan memiliki bukti bahwa itu merupakan barang pajangan atau cinderamata. Biasanya penjual akan melengkapi dengan surat pembelian, sehingga dapat meyakinkan petugas bandara bahwa mandau tersebut adalah barang cenderamata.

Setelah mandau dibeli dan dipajang didinding misalnya, tinggal dipelihara agar awet. Cara merawat senjata khas Dayak, mandau, yang di pajang di dinding agar tetap awet, dapat dilakukan dengan tips berikut:



  • Mandau yang menjadi barang pajangan di dinding, sebaiknya rutin dibersihkan minimal satu minggu sekali.
  • Bersihkan sarung dan rambut di gagang mandau dari debu yang melekat agar tidak mudah usang.
  • Jika perlu asah mandau agar lebih tajam.
  • Jangan gunakan mandau yang dipajang sebagai senjata atau alat untuk memotong.
  • Bila perlu lapisi mandau dengan plastik bening agar terhindar dari debu-debu yang beterbangan