Setiap orangtua pasti menginginkan segala hal yang terbaik untuk buah hatinya, termasuk dalam hal kesehatan. Namun, tentu tak selamanya anak berada dalam kondisi yang diharapkan, misalnya saat dia jatuh sakit.

Agar Anak Tidak Takut ke Dokter


Perasaan cemas pun timbul bila anak tak kunjung sembuh. Nah, mau tak mau agar si kecil bisa segera pulih, dia perlu mendapatkan penanganan medis yang tepat dari dokter langganan keluarga.

Sayangnya, persoalan bukan berhenti sampai di situ. Pasalnya, meski menurut orangtua, pergi ke dokter menjadi solusi, tidak demikian sebaliknya menurut buah hati. Putra-putri Anda, khususnya yang masih batita dan balita, kerap menganggap pergi berobat ke dokter justru menjadi pengalaman menakutkan.

Mereka kerap merasa takut duluan oleh dokter dan suasana rumah sakit. Bayang bayang ketakutan bisa terjadi karena si kecil takut disuntik, takut karena tidak tahu apa yang mereka hadapi, takut badannya akan dipegang, ataupun sederet ketakutan lain yang menjadi bayangan buruk anak. Walaupun tanpa alasan yang jelas, dengan kecemasan si kecil, otomatis juga dapat memengaruhi orangtuanya yang turut merasa khawatir.

Segala perasaaan kecemasan tersebut, sebenarnya dapat dikurangi bahkan dihindari jika ada komunikasi yang aktif antara orangtua dan anak. Berikut beberapa kiat praktis yang dapat dilakukan.

Pertama, cobalah bersikap jujur kepada si kecil, misalnya dengan mengatakan dokter akan membantu memperbaiki fungsi tubuhnya agar jadi lebih sehat dan kuat. Pasalnya, dengan berbohong, justru hanya menambah rasa kecewa buah hati Anda.

Kedua, beritahukan kepada anak bahwa dokter adalah "teman" Anda. Hal ini biasa dilakukan untuk mengurangi rasa cemas pada anak.

Jika orangtua menggambarkan dokter sebagai teman yang bersahabat dan suka membantu mengatasi masalah, akan membantu si kecil mendapat gambaran dan ekspektasi positif terhadap dokter. Orangtua pun juga dapat mendorong anak untuk mengajukan pertanyaan kepada dokter perihal kondisi tubuhnya.

Ketiga, ciptakan kembali suasana kunjungan dokter di rumah. Caranya dapat dilakukan di rumah dengan mengajak si kecil bermain "dokter-dokteran'". Anda dapat bergantian dengan anak memainkan peran dokter dan pasien.

Tujuan permainan ini untuk membantu mengatasi ketakutan anak sekaligus mengajarkan cara mengidentifikasi bagian-bagian tubuh. Sebelum bermain, Anda dapat membekali pengetahuannya dengan informasi seputar pengasuhan anak dan cara menjaga kesehatan si kecil.

Keempat, langkah terakhir, Anda dapat memberikan kenyamanan untuk anak saat pergi ke dokter. Misalnya saja dengan membawakan buku berwarna atau mainan favoritnya yang bisa dipakai untuk mengusir rasa bosan saat dalam antrian kunjungan. Niscaya, si kecil tak akan takut lagi untuk bertemu om dan tante dokter.

(Kompas Cetak 3/3/2013)