Kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan terutama terkait dengan keterlibatannya dalam pengelolaan sampah dan pemilahan sampah, masih perlu digenjot lagi kesadarannya.

Ini terlihat dari hasil penilaian sementara tim Independen penilaian Kebersihan Lingkungan HSS yang mencatat poin sementara untuk proses pemilihan sampah rata-rata masih sangat rendah khususnya di kawasan pemukiman perumahan.

Tong Sampah Warna-Warni di HSS



Meski tersedia fasilitas pemilahan, sampah basah (organik), sampah kering (anorganik) atau sampah bahan kimia berbahaya, ternyata tidak difungsikan secara benar.

Kebanyakan masih membuang sampah tanpa dipilah sehingga saat tim penilai turun melakukan pemeriksaan, fasilitas pemilihan sampah berisi sampah yang tak sesuai dengan tempat peruntukannya.


Ini terbukti dari hasil penilaian tim dari 10 titik perumahan yang dipantau, hampir seluruhnya fasilitas tempat pemilahan sampah tak dimanfaatkan.

Tim independen penilai kebersihan lingkungan ini melibatkan berbagai unsur terkait dari bidang lingkungan
hidup, tata kota perdesaan, kesehatan, pengawas sekolah sampai LSM.

Tim penilai yang diketuai langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tata Kota dan Perdesaan, H Anang

Syakhfiani, ini dibagi dalam empat kelompok berdasarkan kategori sasaran titik pantau penilaian. Masing-masing penilai kelompok perumahan, kelompok perkantoran, kelompok sekolah dan kelompok Jalan /RT.

Komponen penilaian dalam setiap kategori umumnya mencakup kondisi sampah dan pengelolaannya, fasilitas pendukungnya seperti TPS atau tempat bak sampah, drainase, ruang terbuka hijau (RTH) adanya pohon peneduh dan pohon penghijauan.

Ketua Tim Penilai, H Anang Syakhfiani, didampingi Koordinator titik pantau perumahan, Amrullah Ansyari, menjelaskan permasalahan yang mengurangi penilaian pada kategori perumahan umumnya terdapat komponen penilaian drainase dan sampah serta pemilahan dan pengolahannya.


"Bila buang sampah kebanyakan cendrung dilempar sekaligus disatu tempat. Padahal harusnya dipilah-pilah
dulu. Tapi mungkin karena repot atau juga tidak mengerti tempat sampah warna hijau, kuning dan merah untuk jenis sampah yang bagaimana," ucap Ida, warga Amawang. (Bpos cetak 3/1/2013)