Akibat dari seringnya orangtua berbohong pada anak, walaupun itu dianggap orangtua sebagai bohong kecil, adalah anak akan suka melawan dan efeknya akan menjadikan anak susah diatur. Hal ini dapat kita baca pada buku Ayah Eddy, Mengapa Anak Saya suka melawan dan Susah di Atur.

Akibat Jika Orangtua Sering Berbohong pada Anak

Berikut penjelasannya:

Awalnya, anak-anak kita adalah anak yang selalu mendengarkan kata-kata orang tuanya. Mengapa? Karena mereka sepenuhnya percaya pada orang tuanya.

Namun, ketika anak beranjak besar, ia sudah mulai tidak menuruti perkataan atau permintaan kita? Apa yang terjadi? Apakah anak kita sudah tidak percaya lagi dengan perkataan atau ucapan-ucapan kita?

Tanpa sadar kita sebagai orang tua setiap hari sering membohongi anak untuk menghindari keinginannya. Salah satu contoh pada saat kita terburu-buru pergi ke kantor di pagi hari, anak kita meminta ikut atau mengajak berkeliling perumahan. Apa yang kita lakukan? Apakah kita menjelaskannya dengan kalimat yang jujur? Atau kita lebih memilih berbohong dengan mengalihkan perhatian si kecil ke tempat lain, setelah itu kita buru-buru pergi? Atau yang ekstrem kita mengatakan,

"Papa/Mama hanya sebentar kok, hanya ke depan saja ya, sebentaaaar saja ya, Sayang." Tapi ternyata, kita pulang malam.

Contoh lain yang sering kita lakukan ketika kita sedang menyuapi makan anak kita, "Kalo maemnya susah, nanti Papa/Mama tidak ajak jalan-jalan loh." Padahal secara logika antara jalan-jalan dan cara/pola makan anak, tidak ada hubungannya sama sekali.

Dari beberapa contoh di atas, jika kita berbohong ringan atau sering kita istilahkan "bohong kecil", dampaknya ternyata besar. Anak tidak percaya lagi dengan kita sebagai orang tua. Anak tidak dapat membedakan pernyataan kita yang bisa dipercaya atau tidak. Akibat lebih lanjut, anak menganggap semua yang diucapkan oleh orang tuanya adalah bohong. Dan sejak saat ia menetapkan bahwa pernyataan orang tuanya itu selalu bohong, anak mulai tidak menuruti segala perkataan kita.


Apa yang sebaiknya kita lakukan? Berkatalah dengan jujur kepada anak. Ungkapkan dengan penuh kasih dan pengertian:

"Sayang, Papa/Mama mau pergi ke kantor. Kamu tidak bisa ikut. Tapi kalo Papa/Mama ke kebun binatang, kamu bisa ikut."

Kita tak perlu merasa khawatir dan menjadi terburu-buru dengan keadaan ini. Pastinya akan membutuhkan waktu lebih untuk memberi pengertian kepada anak karena biasanya mereka menangis. Anak menangis karena ia belum memahami keadaan mengapa orang tuanya harus selalu pergi di pagi hari.

Kita perlu bersabar dan lakukan pengertian kepada mereka secara terus menerus. Perlahan anak akan memahami keadaan mengapa orang tuanya selalu pergi di pagi hari dan bila pergi bekerja, anak tidak bisa ikut. Sebaliknya, bila pergi ke tempat selain kantor, anak pasti diajak oleh orang tuanya. Pastikan kita selalu jujur dalam mengatakan sesuatu. Anak akan mampu memahami yang kita katakan dan menuruti yang kita katakan.