Seorang guru SMAN 6 Binjai, Juki Fitra, tega mengusir anak didiknya yang tengah Ujian Akhir Sekolah (UAS) hanya karena belum membayar uang perpisahan sebesar Rp 60 ribu. Peristiwa memilukan itu dialami siswa kelas III IPS-1 SMA 6 Binjai, Nico F Siregar yang disuruh pulang saat ikut ujian Pelajaran Muatan Lokal (Mulok), Rabu (20/3/2013).


Di Binjai, Siswa SMA Diusir saat Ujian


"Tadi aku lagi ujian Mulok, langsung disuruh pulang aku untuk ngambil uang perpisahan, dan harus dibayar hari ini juga," katanya.

Dengan perasaan yang sedih dan malu, Nico langsung pulang dan menemui orangtuanya untuk meminta uang perpisahan. Nico menceritakan kejadian yang ia alami pada orangtuanya. Mendengar penjelasan Nico, sang ayah, Z Siregar kesal dan langsung mendatangi SMAN 6 Binjai.

Z Siregar bertemu wali kelas III IPS-1, Irvansyah Pane, serta guru bidang kesiswaan sekolah Juki Fitra yang menyuruh Nico pulang, serta beberapa guru lain. Ayah Nico mempertanyakan alasan pihak sekolah tidak memperbolehkan anaknya mengikuti ujian Mulok akibat belum membayar uang perpisahan. Bahkan Z Siregar sempat emosi dan bersitegang dengan para guru akibat pengusiran anaknya saat ujian.

"Kalau soal biaya yang diminta sekolah, tidak ada sangkut pautnya dengan anakku. Itu aku yang nanggung, jangan gini kalian. Biarkan dia belajar," ucapnya kesal.

Sebagai orangtua, Z Siregar merasa sakit hati dan tersinggung atas tindakan guru SMAN 6 yang mengusir anaknya dari kelas. Padahal, Nico bukanlah satu-satunya siswa yang belum membayar uang perpisahan tersebut.

''Tersinggung aku dengan cara kalian, apa cuman anak saya saja yang belum bayar, jangan seperti ini kalian," katanya kesal.

Irvansyah mengaku mengetahui persoalan ini setelah kedatangan orangtua Nico. Pun begitu, pihaknya membantah telah mengusir Nico, dari kelas.

"Aku tidak tahu persoalan ini, saya baru tahu persoalannya. Yang mengusirnya tadi di kelas pak Juki. Tapi itu pun dia disuruh pulang untuk mengambil uang sesuai janji yang dibuat Nico sendiri," katanya.

Juki mengakui menyuruh Nico pulang untuk mengambil uang perpisahan Rp 60 ribu yang akan dipergunakan April mendatang.

"Nico bukan diusir, tapi hanya mengambil uang perpisahan. Itu karena Nico janji akan melunasi hari ini. Kebetulan mata pelajaran yang diujikan muatan lokal, tidak begitu pengaruh terhadap nilai, makanya saya berani menyuruhnya pulang. Jadi tidak ada saya mengusir dia," ujar Juki di hadapan ayah Nico.
Berapa siswa yang diwajibkan membayar uang perpisahan?

Juki menyebutkan, sesuai rapat OSIS, seluruh siswa kelas III berjumlah 200 orang dipungut uang perpisahan Rp 60 ribu.

"Biasanya setiap menjelang akhir semester, siswa ingin mengadakan kegiatan di sekolah, makanya diadakan iuran itu," katanya.

Namuan Juki tidak menyebutkan jumlah siswa yang belum membayar uang perpisahan.

Badan Konseling SMAN 6 Binjai Beni Hendri mengaku terkejut atas pengusiran yang dilakukan rekannya terhadap peserta didiknya. Padahal masih ada cara lain untuk mengatasi persoalan ini agar peserta didik tidak terganggu proses belajar mengajarnya, terlebih di saat berlangsungnya ujian.

"Saya tidak setuju, masih banyak cara lain, tapi jangan dikorbankan peserta didiknya," katanya.

Kadis Pendidikan dan Pengajaran Kota Binjai, Dwi Anang Widodo belum berhasil dimintai tanggapannya. Saat ditemui di kantornya, Dwi tak berada di tempat. Berkali-kali selulernya dihubungi, tapi tak aktif. (Tribun Medan)