Lain kali, produser film seri The Bible di History Channel mungkin harus menambahkan sanggahan bahwa jika ada kemiripan antara tokoh setan dalam serial itu dan Presiden AS Barack Obama, maka itu murni kebetulan belaka.


Tokoh Setan Mirip Obama pada The Bible


Kemunculan karakter setan dalam serial tersebut dimulai pada Minggu (17/3) malam. Ia pun langsung populer, sementara media sosial langsung riuh membahas sejauh mana aktor yang memainkan peran itu menyerupai Obama.

Para produser serial itu, pasangan Roma Downey dan Mark Burnett, pun mendapati diri mereka dalam posisi defensif pada Senin saat sejumlah pemirsa, termasuk pakar televisi berhaluan konservatif, Glenn Beck, melihat kemiripan antara Obama dan Mohamen Mehdi Ouazanni, aktor yang bermain sebagai iblis dalam miniseri tersebut.

"Apakah ada orang lain berpikir bahwa setan dalam #TheBible Sunday on HIstory Channel tampak mirip seperti That Guy?" Demikian kicauan Beck di Twitter yang menggunakan eufemisme That Guy untuk merujuk ke Presiden Obama. Foto keduanya pun dijejerkan berdampingan. Kedua orang itu punya kemiripan, kecuali bahwa tokoh Beelzebub itu tampaknya lebih tua dari Obama.

Los Angeles Times menulis, mengingat popularitas The Bible di kalangan Kristen konservatif, dan ketidakpopuleran Obama di kalangan yang sama, beberapa pengamat bertanya-tanya apakah produser film itu sedang membuat pernyataan politik.

"Ucapan omong kosong," kata Burnett dalam sebuah pernyataan yang khusus menanggapi soal itu.

Dowey, dalam sebuah pernyataan terpisah seperti dikutip New York Post, mengatakan, dia dan Burnett "tidak punya (motif) apa-apa selain rasa hormat dan cinta kepada Presiden kita, yang adalah sesama orang Kristen. Pernyataan bohong seperti ini hanya dirancang sebagai gangguan yang bodoh untuk mendiskreditkan keindahan kisah The Bible."

Dowey melanjutkan, "Aktor yang berperan sebagai setan, Mehdi Ouazanni, merupakan seorang aktor Maroko yang sangat dihormati. Dia sebelumnya telah bermain dalam sejumlah epos Alkitab, termasuk sejumlah karakter setan, jauh sebelum Barack Obama terpilih sebagai Presiden kita."

Adegan bersama setan merupakan satu bagian pendek, menjelang akhir dari episode dua jam itu, yang mengisahkan godaan terhadap Kristus oleh iblis, yang mencoba untuk membujuk Yesus agar menyembah dia (setan), bukan menyembah Tuhan, dengan janji akan membuat Dia jadi raja dunia.

History Channel sendiri, Senin, melalui sebuah pernyataan, membantah keras adanya tujuan politis dalam pemilihan tokoh itu. "Sangat disayangkan bahwa ada orang yang membuat kaitan tidak benar semacam itu," kata pernyataan tersebut seperti dikutip New York Post. (Kompas)